Lebih lanjut Adjib menjelaskan, Gedung RSUD Kota Bima sudah dibangun di atas lahan seluas 2,5 hektar di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp 130,3 miliar, RSUD ini akan memiliki luas bangunan 7.557 m² yang terdiri dari 3 lantai dan 1 lantai atap dengan target penyelesaian pada akhir Desember 2025.
BACA JUGA: Hutama Karya Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia
BACA JUGA: Pengaspalan Proving Ground Masuki Tahap Finalisasi, Diproyeksi Selesai Akhir April 2025
Sementara itu, RSUD Sanana sudah dibangun di kawasan RSUD Sanana, Jalan Dr. Sibarani, Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.
Proyek senilai Rp149,6 miliar ini akan dibangun di atas lahan seluas 3,75 hektar dengan luas bangunan mencapai 7.400 m², yang terdiri dari bangunan 2 dan 3 lantai plus rooftop pada Blok A1, A, dan A2 dengan target rampung pada akhir Desember 2025.
Kedua RSUD tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan sesuai standar rumah sakit Tipe C, termasuk layanan dokter spesialis dasar seperti penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak.
Selain itu, rumah sakit ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas modern seperti ruang operasi, ICU, NICU, laboratorium lengkap, dan peralatan radiologi canggih.
BACA JUGA: Tol Padang – Sicincin Catatkan Trafik Tertinggi Ruas Fungsional Selama Periode Mudik Lebaran
BACA JUGA: Tol Junction Palembang Siap Beroperasi, Ini Besaran Tarifnya
Sebagai rumah sakit Tipe C, lanjut Adji, kedua RSUD ini akan memiliki kemampuan memberikan layanan spesialistik dasar.
Sehingga mampu menangani kasus medis yang lebih kompleks tanpa perlu merujuk pasien ke rumah sakit dengan tingkat pelayanan lebih tinggi.
Khusus untuk RSUD Kota Bima, rumah sakit ini akan dilengkapi dengan 20 jenis ruangan termasuk IGD, radiologi, cytotoxic, farmasi, dan lainnya, dengan kapasitas 19 bed layanan saat ini.
Untuk pengembangan ke depan, direncanakan akan ditingkatkan menjadi 119 bed dan 41 ruang kamar dengan 5 jenis kelas pelayanan.
