THAILAND, TUJUANSATU.COM – Festival Melayu Day 2025 di Kota Yala, Thailand, mendatangkan berkah bagi UMKM penghasil baju muslim dan kain Kalimantan.
Pasalnya, dalam even yang berlangsung 14 hingga 16 Februari 2025 itu, UMKM Indonesia dan importir/ distributor Selatan Thailand berhasil menyepakati 6 Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi sebesar dagang sebesar 6,2 juta Bath atau Rp 2,7 Milyar.
Produk yang diminati adalah produk kain sarung harum Kalimantan, pakaian jadi (muslim), dan aroma therapy dari Bali, sebagaimana dilansir di laman Website Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Pameran juga membukukan transaksi dagang sebesar 500 ribu Baht, atau meningkat sekitar 20% dari transaksi dagang produk UMKM tahun lalu di event yang sama.
BACA JUGA: Jember Fashion Carnaval Sukses Pukau Singapura, Promosikan Budaya Indonesia
BACA JUGA: UNIQLO dan JW ANDERSON Luncurkan Koleksi Spring/Summer 2023
Tahun ini adalah tahun ke-10 Indonesia berpartisipasi pada Festival Melayu Day di Kota Yala, Thailand.
Selain menampilkan pertunjukkan seni-budaya, Festival Melayu Day menghadirkan produk UMKM dari tiga negara, yaitu Thailand, Indonesia, dan Malaysia.
Terdapat sekitar 34 UMKM dari berbagai provinsi di Indonesia dengan produk unggulan antara lain kopi, makanan ringan (snack), baju muslim, kain/kain batik, dan aksesoris.
KRI Songkhla juga bekerja sama dengan Indofood memperkenalkan Indomie goreng, melalui demo masak Indomie yang banyak diminati pengunjung.
BACA JUGA: Artis C-Pop Global dan Ikon Mode Tia Lee Gemparkan London Fashion Week
BACA JUGA: Transaksi Digital Banking Naik 45 Persen, BSI Beri Nasabah Apresiasi Ini
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Paviliun Indonesia memperkenalkan ecoprint fabric khas Indonesia dan kain/produk kain dari Kalimantan.
Baju muslim, batik, dan kopi masih menjadi salah satu produk yang dicari pengunjung.
Peserta UMKM Indonesia pada event ini mendapatkan dukungan dari Kementerian UMKM dan Asosiasi Pengusaha Mikro, Sedang, kecil Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) DKI Jakarta.







