JAKARTA, TUJUANSATU.COM – Emas solusi investasi saat ini, karena merupakan aset safe haven terlebih di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.
Sementara bertransaksi logam mulia melalui layanan perbankan syariah dari BSI pun, dipastikan bebas antrian.
Demikian diungkap Plt. Direktur Utama PT. Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), Bob T. Ananta saat halal bi halal bersama jurnalis dari berbagai media massa terkemuka di kantor pusat BSI, The Tower, Jakarta, seperti dilansir di laman Website BSI, 15 April 2025.
Menurut Bobm kondisi tersebut didukung pula proyeksi harga emas yang dalam jangka menengah maupun panjang masih meningkat terutama di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang.
BACA JUGA: Saldo Emas di BSI Emas Digital Melonjak 231 Persen, Ternyata Ini Pemicunya
BACA JUGA: Transaksi Ritel Jadi Fokus Garapan BSI, Optimalkan Ekosistem Pasar
Adapun dalam jangka menengah harga emas diproyeksi naik hingga US$3.200 per troy ounce, bahkan bisa mencapai US$4.500 per troy ounce pada penghujung 2025 menurut Goldman Sachs.
Bob mengaku BSI sangat optimistis dengan potensi bisnis emas ke depan bagi pertumbuhan BSI, dan tentu saja benefit untuk masyarakat.
“Insya Allah dengan inovasi layanan bisnis emas dari BSI, masyarakat tidak perlu mengantri saat bertransaksi,’’ kata Bob menekankan.
Dijelaskan Bob, pasca penetapan sebagai bank emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 lalu, BSI terus memperkuat infrastruktur serta menyosialiasikan layanan bisnis emas kepada masyarakat.
BACA JUGA: OJK Anugerahi BSI 3 Penghargaan GERAK Syariah Award
BACA JUGA: BSI dan BPJPH Kolaborasi, Dorong Percepatan Sertifikasi Halal
Oleh karena itu, dalam kurun satu bulan setelah diluncurkan bisnis BSI Emas mengalami kenaikan yang cukup signifikan terdorong oleh tren harga yang berkilau dan kesiapan produk.
Dengan demikian menurut Bob, sebagai instrumen investasi safe haven nasabah yang memiliki emas saat ini telah mendapatkan benefit dari kenaikan harga emas.







