MUARA ENIM, TUJUANSATU.COM – Kisah Anak Buruh Harian yang sukses berkat Beasiswa dari Bukit Asam (PTBA), sangat menginspirasi.
Keterbatasan ekonomi keluarga bukan hambatan untuk meraih cita-cita. Itulah yang diyakini Imron Rosyidi, pria 26 tahun asal Desa Tegal Rejo di Kabupaten Muara Enim.
Ayahnya seorang buruh harian lepas yang bekerja serabutan, sedangkan sang ibu sehari-hari berjualan di pasar.
Anak pertama dari dua bersaudara ini tak ingin menyusahkan orang tuanya.
BACA JUGA: Srikandi Bukit Asam Bergerak Peduli di Bulan Suci, Gelar Ragam Kegiatan Sosial
BACA JUGA: PT Bukit Asam Raih Sertifikat Berstandar Internasional ISO 20000-1:2018
Untuk meringankan beban biaya pendidikan, Imron mengejar prestasi di sekolah.
Ia selalu masuk peringkat 3 besar, sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke SMP dan SMK melalui jalur prestasi.
Lulus dari SMK jurusan Geologi Pertambangan pada 2016, Imron sempat langsung bekerja di pertambangan.
Tapi belum dua bulan kerja, Imron mendapat informasi mengenai Program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (BIDIKSIBA) dari guru dan orang tuanya. Beasiswa dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) ini membuka jalan bagi Imron untuk menggapai cita-cita.
BACA JUGA: Rumah BUMN Bukit Asam Gelar Sosialisasi Legalitas Usaha untuk UMK, Ini Tujuannya
BACA JUGA: SIBA Rajut Binaan Bukit Asam Belajar Anyaman ke Pati Jateng, Ini Hasilnya
“Saya sempat bekerja di bagian pengeboran eksplorasi.
Sambil kerja di hutan, saya sempat-sempatkan bawa buku untuk belajar persiapan tes.







