JAKARTA. TUJUANSATU.COM – 2 Proyek RSUD digarap HK di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia.
Kedua proyek tersebut yakni RSUD Kota Bima di Nusa Tenggara Barat dan RSUD Sanana di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
2 Proyek RSUD garapan PT Hutama Karya (HK) tersebut, mempunyai nilai kontrak mencapai Rp 282,16 miliar.
Demikian dilansir di laman Website Hutama Karya, 28 April 2025.
BACA JUGA: Diskon 20 Persen Tarif Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Sambut Lebaran 2025
BACA JUGA: Hari Hak Konsumen Internasional, Hutama Karya Bagikan 1.000 Paket Takjil dan Voucher Makanan Gratis
Diketahui, pembangunan kedua proyek ini dalam rangka meningkatkan kapasitas rumah sakit eksisting di masing-masing daerah tersebut.
Penandatanganan kontrak untuk RSUD Kota Bima telah dilaksanakan pada Senin 14 April 2025 oleh Direktur RSUD Kota Bima, Faturrahman dan EVP Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra di Aula RSUD Kota Bima, disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad.
Sementara penandatanganan kontrak RSUD Sanana dilakukan pada Jumat 25 April 2025 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sula, Muhlis Soamole, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula, Suryati Abdullah, Pejabat Penandatangan Kontrak, Ulia H. Ngofangare, dan EVP Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan bahwa kedua proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Kesehatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.
BACA JUGA: Hutama Karya Dukung Infrastruktur Pendidikan Berkualitas, Renovasi 6 Sekolah di Jakarta
BACA JUGA: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Hutama Karya Perkuat UMKM di Rest Area Jalan Tol
Melalui pembangunan RSUD Kota Bima dan RSUD Sanana, menurut Adjib, Hutama Karya berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kapasitas rumah sakit daerah, khususnya di daerah terpencil.
“Kedua RSUD ini akan ditingkatkan dari Tipe D menjadi Tipe C, sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif bagi masyarakat setempat,” ujar Adjib.







