Booth Indonesia Jadi Favorit di Hari Anak Korea, Musik hingga Permainan Tradisional Tarik Perhatian

Perayaan Hari Anak Nasional di National Folk Museum of Korea (NFMK) digelar oleh KBRI Seoul

SEOUL, TUJUANSATU.COM – Booth Indonesia Jadi Favorit di Hari Anak Korea.
Dalam dalam perayaan Hari Anak Nasional di National Folk Museum of Korea (NFMK) pada 4–5 Mei 2025, lebih dari 480 anak di Korea Selatan diajak mengenal Indonesia melalui aktivitas budaya dan edukatif yang digelar oleh KBRI Seoul.

Seperti dilansir di laman Website Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, dalam kegiatan bertema “A Train Trip Around the World,” booth Indonesia menghadirkan berbagai aktivitas interaktif.

Seperti mewarnai ecobag bergambar hewan khas Indonesia bermotif batik, bermain angklung dan congklak, serta mengikuti permainan tradisional “Ular Naga Panjang.”

Acara ini disambut antusias oleh lebih dari 27.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.

BACA JUGA: Rumah Nusantara Hadir di Rusia, Jadi Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia

BACA JUGA: Diplomasi Kuliner, Rayakan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Thailand

“Partisipasi KBRI Seoul tahun ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea, khususnya anak-anak, melalui cara yang menyenangkan dan mendidik,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Seoul, Zelda Wulan Kartika, saat berdialog dengan Direktur NFMK, Jang Sang-Hoon.

Booth Indonesia menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi, dengan aktivitas utama mewarnai tas kain bergambar Komodo, Cenderawasih, dan Orangutan yang dihias dengan motif batik Kawung, Mega Mendung, dan Parang.

Sebelum mewarnai, anak-anak diberikan penjelasan mengenai filosofi batik dan karakteristik hewan-hewan tersebut.

Setelah selesai, mereka menikmati berbagai jajanan khas Indonesia yang saat ini sudah mudah ditemukan di Korea.

BACA JUGA: Kopi Nusantara Unjuk Gigi di Ajang Specialty Coffee Expo 2025 di Houston

BACA JUGA: Menlu RI akan Hadiri Pertemuan Tingkat Menlu BRICS di Brasil, Ini Tujuannya

Pada hari kedua, Indonesia mendapat kesempatan khusus untuk memperkenalkan permainan “Ular Naga Panjang”, yang melibatkan 30 anak peserta.

Mereka dibagi dalam tim biru dan merah, masing-masing mengenakan armband batik produksi butik Halo Bali di Busan, yang kemudian dapat dibawa pulang sebagai suvenir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *