MUARA ENIM, TUJUANSATU.COM – Transformasi Desa Lewat Usaha Budidaya Perikanan.
Ini terjadi di Desa Tanjung Agung, Muara Enim.
Berkat dorongan dari Bukit Asam (PTBA), budidaya ikan menjadi aktivitas sehari-hari warga Desa Tanjung Agung.
Putra Zaman, warga desa dimaksud, bersama 10 kawannya menjalankan usaha budidaya perikanan, mulai dari ikan patin, gurami, lele, nila, hingga gabus.
BACA JUGA: Kisah Anak Buruh Harian, Bisa Fokus Kuliah Berkat Beasiswa dari Bukit Asam
BACA JUGA: Srikandi Bukit Asam Bergerak Peduli di Bulan Suci, Gelar Ragam Kegiatan Sosial
Sebelum menekuni budidaya perikanan, Putra dan kawan-kawannya bekerja di pertambangan tanpa izin (PETI).
Namun mereka banting setir mencari pekerjaan baru karena menyadari risiko bekerja di PETI.
“Kita mantan pekerja PETI semua, PETI itu kan dari segi hukum melanggar.
Kerjanya juga tidak memenuhi standar, tidak dilengkapi dengan alat-alat yang menunjang keselamatan kerja.
BACA JUGA: PT Bukit Asam Raih Sertifikat Berstandar Internasional ISO 20000-1:2018
BACA JUGA: Rumah BUMN Bukit Asam Gelar Sosialisasi Legalitas Usaha untuk UMK, Ini Tujuannya
Merusak alam juga, jadi kita ingin ada lapangan pekerjaan baru,” tutur Putra.
Angin sejuk berembus, dukungan datang dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang memiliki program-program penciptaan alternatif sumber penghasilan baru yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar area PETI.







