Dibakar dalam Bambu, Ini Alasan Lemang Muratara Jadi Favorit Buka Puasa

TUJUAN SATU.COM – Di tengah beragam menu berbuka puasa, lemang tetap menjadi primadona di wilayah Musi Rawas Utara.

Hidangan tradisional ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan dan warisan budaya yang terus dijaga hingga kini.

Lemang dibuat dari beras ketan pilihan yang dipadukan dengan santan gurih dan gula aren alami, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang.

Proses pembakaran perlahan inilah yang menciptakan aroma khas, rasa legit, serta tekstur lembut yang sulit ditolak.

BACA JUGA:Berbuka Puasa Sesuai Sunnah: Dahulukan Kurma atau Air Putih?

BACA JUGA:Rahasia Herbal Tradisional, Ini Manfaat Daun Mindi bagi Kesehatan Tubuh

Tak heran jika lemang selalu menjadi sajian andalan saat bulan Ramadan tiba.

Sejarah Lemang: Tradisi yang Tak Lekang Waktu

Masyarakat Muratara telah mengenal lemang sejak lama.

Awalnya, makanan ini disajikan dalam acara adat dan perayaan penting.

BACA JUGA:Menu Buka Puasa Anti Biasa: Ayam Rica-Rica Siap Jadi Favorit

BACA JUGA:Tips Aman Menstruasi: Ini 6 Hal yang Harus Dihindari

Seiring waktu, lemang menjadi menu wajib saat bulan suci Ramadan, khususnya sebagai hidangan berbuka puasa.

Selain Ramadan, lemang juga kerap hadir dalam pernikahan, syukuran, hingga hari besar keagamaan.

Kehadirannya bukan hanya soal rasa, tetapi juga makna kebersamaan dan rasa syukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *