Akar Bajakah Tanaman Khas Kalimantan dengan Potensi Medis Tinggi

TUJUAN SATU.COM – Akar bajakah (Spatholobus littoralis) adalah tanaman khas Kalimantan yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional oleh masyarakat Dayak.

Nama “bajakah” sendiri berasal dari bahasa Dayak yang berarti “akar”.

Tanaman ini pertama kali diidentifikasi oleh ahli botani Jerman, Justus Karl Hasskarl, pada tahun 1842.

Akar bajakah tumbuh sebagai tanaman merambat yang memanjat pada pohon-pohon besar di hutan tropis, dengan ketinggian hingga 50 meter.

BACA JUGA:5 Tanaman Pembawa Kekayaan di 2026, Nomor 3 Wajib Ada di Meja Kerjamu

BACA JUGA:Ingin Taman Depan Tampak Mewah? Bambu Jepang Bisa Jadi Solusinya

Daunnya memiliki bentuk tajam dengan kombinasi warna kuning, putih, dan coklat, sedangkan bunganya kecil dengan variasi warna ungu, pink, dan putih.

Kandungan senyawa aktif dalam akar bajakah, seperti flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, dan terpenoid, membuatnya memiliki potensi medis yang tinggi.

Senyawa-senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antikanker.

Masyarakat Dayak telah lama menggunakan akar bajakah untuk mengobati berbagai penyakit, seperti disentri, nyeri otot, dan luka.

BACA JUGA:Tak Pakai Drama! 4 Menu Buka Puasa Sehat Ini Jadi Favorit Anak

BACA JUGA:Dari Tanaman Liar Jadi Herbal Andalan, Ini Khasiat Ciplukan untuk Jantung

Penelitian ilmiah juga menunjukkan bahwa ekstrak akar bajakah dapat mempercepat penyembuhan luka dan memiliki aktivitas antikanker.

Namun, perlu diingat bahwa penelitian tentang akar bajakah masih dalam tahap awal, dan diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan dosis yang tepat.

Selain itu, isu konservasi juga relevan karena tekanan terhadap habitat hutan di Kalimantan dapat mempengaruhi ketersediaan tanaman ini di alam.