Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30

Serukan Aksi Iklim Ambisius

Duta Besar Yusup menegaskan bahwa, listrik adalah pintu gerbang pembangunan ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana akses listrik yang luas dan terjangkau mampu mendukung transformasi ekonomi Korea Selatan sejak tahun 1970-an.

Beliau mendorong generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan inisiatif energi terbarukan.

Serta menyarankan agar Indonesia bisa saling berbagi pembelajaran dengan Brasil dalam penerapan model energi terbarukan yang berhasil.

BACA JUGA:Pengguna Angkutan Umum saat Lebaran 2025 Meningkat, Ini Besarannya

BACA JUGA:Orang Tua Indonesia Lebih Takut Anak Tak Sopan daripada Tak Lulus Sekolah

Seruan Aktivis Energi Terbarukan

Menjelang COP30, 350.org Indonesia juga menyerukan hal-hal berikut:

Indonesia perlu menetapkan target penurunan emisi tahun 2035 yang ambisius dan memperkuat target tahun 2030 agar sejalan dengan tujuan net zero tahun 2060—atau lebih cepat.

Indonesia harus menyelaraskan komitmen energi nasional dalam NDC terbaru dan Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif JETP (Just Energy Transition Partnership), dengan memastikan pelipatgandaan energi terbarukan dan rencana penghapusan energi fosil yang lebih cepat dan terperinci.

BACA JUGA:Lorong Sejarah Kemhan Kembali Dibuka untuk Umum, Jangan Ketinggalan!

BACA JUGA:Galaxy A26 5G Resmi Hadir di Indonesia, Jadi Awesome Buat Main Free Fire

Pemimpin masyarakat adat dan komunitas lokal harus memegang kekuatan, suara, dan keterlibatan yang setara dengan para pemimpin dunia di COP30 untuk memastikan tata kelola iklim yang adil, inklusif, dan efektif.

Kembali Darmoko menambahkan, sebagai pemimpin kawasan Asia Tenggara, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi teladan.