Menjelang Porprov, Boni mengaku tidak memiliki persiapan khusus.
Latihan yang ia lakukan selama ini sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Sebenarnya dari jauh-jauh hari udah siap. Jadi waktu Porprov tinggal ngerapihin aja trik-triknya biar lebih mantap pas lomba,” katanya dengan senyum bangga.
BACA JUGA: Kisah Anak Buruh Harian, Bisa Fokus Kuliah Berkat Beasiswa dari Bukit Asam
BACA JUGA: Jambore Paralayang Sumbar I 2025, Lanud Sutan Sjahrir Gaungkan TNI AU AMPUH
Boni mengaku memilih skateboard karena olahraga ini memiliki karakter tersendiri yakni unik, menantang, dan tidak banyak diminati.
“Saya pilih skateboard karena ini olahraga yang beda dan anti-mainstream. Skateboard itu butuh keberanian. Banyak yang pengen coba, tapi nggak punya keberanian buat jatuh atau gagal. Padahal di skateboard, dari jatuh dan gagal itu kita belajar,” ungkapnya. Meski tidak mendapat dukungan penuh dari keluarga, hal itu tak mengendurkan tekadnya.
Bagi Boni, keberhasilan datang dari kemauan untuk terus berusaha.
Keberhasilan Boni menjadi bukti bahwa skateboard bukan hanya sekadar hobi, melainkan juga cabang olahraga yang memiliki potensi besar di Sumatera Selatan.
Dia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan perkembangan dunia skateboard agar para skater muda memiliki ruang untuk berprestasi.
BACA JUGA: Di Balik Sepinya Kampung Arab Al-Munawar: Warga Pertahankan Privasi dari Wisatawan
“Harapannya semoga pemerintah lebih memperhatikan potensi-potensi skater di Sumatera Selatan. Biar talenta muda bisa terus berkembang dan menorehkan prestasi yang membanggakan daerah,” tutur Boni.
Dengan semangat dan dedikasi tinggi, Boni, putra asli Palembang yang kini membawa nama OKU, telah membuktikan bahwa keberanian dan ketekunan mampu mengantarkan seseorang menuju puncak prestasi.
Dari jalanan tempat papan skateboard meluncur, lahirlah juara yang menginspirasi.
