Batik Siger Berkembang Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI, Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Pada awalnya, ia sulit mencari peserta karena sudah mendatangi RT, kelurahan, dan kumpulan ibu-ibu arisan, tetapi tidak ada yang mau hingga akhirnya ada yang berminat.

BACA JUGA: KPR Berjenjang BRI, Bikin Makin Mudah Miliki Rumah

BACA JUGA: 5 Komitmen Nyata BRI Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM

“Motivasi utama saya adalah agar ilmu orang tua bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Lampung, dan dapat mengangkat martabat daerah,” katanya.
Kini, banyak alumninya yang sukses mendirikan usaha batik sendiri.

Ia bangga karena Batik Siger tidak hanya menciptakan perajin, tetapi juga membuka jalan ekonomi baru bagi masyarakat.

Batik Siger hadir dengan misi memperkenalkan keindahan budaya Lampung lewat motif-motifnya.

Sekitar 80% penjualannya berada di Lampung, sementara sisanya menjangkau berbagai daerah di Indonesia melalui e-commerce.

BACA JUGA: Kenali 5 Ciri Khas Suku Palembang, Apa Saja?

BACA JUGA: Indonesia Siap-Siap jadi Pemain Utama Rantai Pasok Energi Global, PT Titan Infra Sejahtera Bukakan Jalan Selebar-Lebarnya

Tak hanya memberdayakan masyarakat, Batik Siger juga dikenal dengan konsep ramah lingkungan.

Laila berusaha menerapkan konsep zero waste dengan memanfaatkan sisa kain untuk membuat produk lain.

Ia menjelaskan bahwa sekitar 70% produksi sudah menggunakan pewarna alami, sedangkan untuk pewarna sintetis telah diterapkan sistem penyaringan limbah agar air buangan tetap netral.

Ia menambahkan bahwa mereka berupaya semaksimal mungkin mengurangi penggunaan pewarna sintetis demi menjaga lingkungan, serta memiliki sistem penyerapan limbah agar air yang terbuang tidak mencemari lingkungan.

BACA JUGA: Aktivitas Tambang Ilegal di Wilayah IUP PTBA Ditindak Tegas, Ini Buktinya