Bentuk Kepercayaan PBB, Delegasi Biro Komite Palestina Kunjungi Indonesia

Kunjungan Delegasi Biro Komite Palestina untuk menjaring masukan dari pemangku kepentingan terkait isu Palestina di Indonesia

JAKARTA,TUJUANSATU.COM – Delegasi Biro Komite Palestina PBB, Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People (CEIRPP), 3-5 Juli 2024 melakukan kunjungan ke Indonesia.

Kunjungan Delegasi Biro Komite Palestina tersebut, bertujuan untuk menjaring masukan dari pemangku kepentingan terkait isu Palestina di Indonesia dan meningkatkan komitmen dan dukungan terhadap pemenuhan hak-hak bangsa Palestina.

Demikian sebagaimana dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di laman website resminya, kemlu.go.id.

Delegasi diketuai Watap Senegal untuk PBB dan beranggotakan Wakil Tetap RI, Malaysia, Namibia, Nikaragua untuk PBB serta Wakil Tetap Palestina untuk PBB sebagai observer tetap dan perwakilan Sekretariat PBB.

BACA JUGA: Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023

BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Duta Besar Tri Tharyat, pada media briefing di Jakarta, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan PBB terhadap Indonesia untuk menjadi tuan rumah.

“Sebagai bentuk partisipasi aktif Indonesia di Biro Komite Palestina PBB,” jelas Tri Tharyat, Kamis 4 Juli 2024.

Selama kunjungan di Jakarta, Delegasi melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, DPR, Wakil Tetap Negara-Negara ASEAN di Jakarta, serta perwakilan pengusaha dan masyarakat madani.

Rangkaian pertemuan bahas berbagai upaya untuk meningkatkan dukungan terhadap bangsa Palestina.

BACA JUGA: Brankas Rilis Multi-Bank API Pertama di Asia Pasifik, Ini Kegunaannya

BACA JUGA: Cita-cita Sejak Zaman Presiden Soeharto akan Terwujud di Papua

Indonesia terus tekankan dukungan agar segera tercapai gencatan senjata permanen, dan mendorong masuknya bantuan kemanusiaan di Gaza.

Juga tetap mendorong keanggotaan penuh Palestina di PBB, yang dapat membuka pintu penyelesaian politik berdasarkan two-state solution.