Kondisi Perdagangan Global
Hua Lei, Senior Vice President & Head International Business YeePay menuturkan, saat ini pola perdagangan global bergeser dari ekspor langsung dari satu titik menuju model re-ekspor dari berbagai titik.
Pergeseran ini antara lain sebagai akibat perubahan kondisi geopolitik.
Sehingga berbagai perusahaan Tiongkok kian gencar menempuh strategi global dengan mendirikan berbagai pabrik dan anak usaha di pasar luar negeri.
BACA JUGA: BRI Catatkan Laba Rp13,8 Triliun, Tumbuh Positif di Seluruh Segmen Bisnis
BACA JUGA: FIFGROUP Nobatkan Guru Penggerak Literasi Keuangan sebagai Duta Menyala di Teacher Summit 2025
Namun kata Hua Lei, model baru ini menimbulkan kendala baru pula, termasuk pengelolaan rekening yang terpisah-pisah.
Kendala lainnya yakni alur pergerakan dana lintaswilayah yang lambat serta gejolak valas.
“YeePay mengintegrasikan infrastruktur pembayaran, wawasan industri, dan fitur smart treasury untuk menyediakan jaringan transaksi global terpadu,” cetus Hua Lei.
Dengan fitur-fitur seperti real-time multi-currency clearing, intelligent FX routing, dan multi-level account systems.
BACA JUGA: Periklindo Electric Vehicle Show 2025 Kembali Digelar, Wuling Hadirkan Promo Menarik
BACA JUGA: Raih Predikat Great Place To Work, PTBA Tempat Kerja Nyaman dan Kondusif
YeePay memberikan visibilitas lengkap dan kendali bagi pelaku bisnis atas untuk mengelola dana di pasar internasional.
Sehingga menopang pertumbuhan jangka panjang dan kelincahan bisnis di pasar global.
