Setelah merger, jumlah nasabah BSI meningkat lebih dari 5 juta nasabah menjadi 20 juta pada Maret 2024.
“Alhamdulillah, merger ini membawa banyak berkah bagi BSI, terutama jika kita melihat dari pertumbuhan aset.
BACA JUGA: Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
Dari tahun ke tahun, pertumbuhan aset BSI mencapai dua digit sementara industri hanya tumbuh satu digit.
Selain itu, pembiayaan dan dana pihak ketiga juga mengalami peningkatan.
Di samping pertumbuhan kinerja yang meningkat, kinerja keuangan BSI juga semakin membaik.
Sekarang, BSI telah menjadi bank kelas menengah yang terbaik di Indonesia” papar Hery.
BACA JUGA: Brankas Rilis Multi-Bank API Pertama di Asia Pasifik, Ini Kegunaannya
Hery mengatakan bahwa BSI merupakan salah satu bentuk nyata dari aspirasi pemerintah, dalam upaya peningkatan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Dia menegaskan, BSI lahir dari keinginan besar pemerintah agar Indonesia memiliki bank syariah yang besar dan menjadi representasi kekuatan perbankan syariah di dalam negeri maupun global.
Menurutnya, kehadiran BSI harus bisa menjadi bank syariah yang modern, universal dan inklusif.
BSI pun harus mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air.
