Cadangan Devisa Alami Penurunan pada Februari 2025, Ini Penyebabnya

Turunnya cadangan devisa secara bulanan dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah

JAKARTA, TUJUANSATU.COM – Cadangan devisa mengalami penurunan pada Februari 2025

Cadangan devisa tercatat sebesar USD 154,5 miliar pada Februari 2025.

Posisi tersebut turun 1,0 persen MoMm, dibandingkan sebesar USD 156,1 miliar pada Januari 2025.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, cadangan devisa meningkat sebesar 7,3 persen YoY.

BACA JUGA: WeBank Raih 3 Penghargaan di Ajang The Asian Banker Excellence in Retail Finance Services Awards Ceremony 2025

BACA JUGA: Saham BRIS Naik 4.78 Persen Bulan Ini, Tertinggi Dibanding Perbankan Lain

Demikian diungkap dalam Daily Economic and Market Review di laman Website Bank Mandiri, 10 Maret 2025.

Turunnya cadangan devisa secara bulanan dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta kebijakan Bank Indonesia untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Salah satu cara untuk meningkatkan cadangan devisa adalah dengan mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendorong peningkatan ekspor.

Mengurangi ketergantungan pada impor juga sejalan dengan program pemerintah yang akan membatasi impor terhadap komoditas strategis seperti beras, jagung, gula, dan garam pada tahun ini.

BACA JUGA: Survei Bank Indonesia, Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat

BACA JUGA: Crisil Coalition Greenwich Umumkan Pemenang Best Bank and Share Leader Award 2025 untuk Bank Korporasi

Dari sisi ekspor, crude palm oil (CPO) dan batu bara masih akan menjadi komoditas ekspor unggulan yang permintaannya masih akan meningkat di tengah normalisasi harga.

Pemerintah dan Bank Indonesia berperan penting untuk menjaga kestabilan cadangan devisa.