4 Cara Membesarkan Anak dengan EQ Tinggi, Orang Tua Wajib Tahu

TUJUANSATU.COM – Kecerdasan emosional atau EQ mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi diri sendiri. Kemampuan ini juga membantu seseorang mengembangkan interaksi antarpribadi.

Kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional sama-sama penting dalam perkembangan anak. Anak yang tumbuh dengan EQ tinggi dapat memperoleh manfaat ketika dewasa nanti.

EQ membantu seseorang mengendalikan emosi, menumbuhkan empati, dan membangun keterampilan sosial untuk menjalani kehidupan. Orang tua dapat membantu anak mengembangkan kemampuan tersebut melalui beberapa kebiasaan sehari-hari.

1. Gunakan Kata-Kata untuk Menggambarkan Emosi Anak

BACA JUGA : 6 Pilihan Sarapan Sehat untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan

BACA JUGA : 5 Manfaat Tepung Beras untuk Kulit Wajah, dari Mencerahkan hingga Menghaluskan

Kata-kata yang menggambarkan perasaan membantu anak mengenali berbagai emosi. Contohnya meliputi rasa sakit hati, kemarahan, dan kebahagiaan.

Orang tua dapat mengajarkan nama-nama emosi menggunakan daftar istilah perasaan. Dengan begitu, anak memiliki kosakata untuk mengomunikasikan apa yang mereka rasakan.

Misalnya, ketika anak kesal, kamu bisa mengatakan, “Ibu lihat tanganmu mengepal dan kamu menghentak-hentakkan kaki.” Kemudian, tanyakan, “Sepertinya kamu sedang sangat marah saat ini. Benar begitu?”

Kata-kata seperti sangat marah, kesal, malu, dan kecewa membantu anak mengenali emosi negatif. Selain itu, ajarkan juga istilah positif seperti gembira, sangat senang, sukacita, dan penuh harapan.

BACA JUGA : 6 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membuat Kamu Terlihat Lebih Segar

BACA JUGA : Kabut Asap Kebakaran Hutan Semakin Pekat, Ini 5 Risiko Kesehatan Serius

2. Tunjukkan Empati

Orang tua terkadang tanpa sadar mengabaikan emosi anak saat mereka kesal atau terlihat bereaksi berlebihan. Padahal, komentar yang meremehkan dapat membuat anak merasa bahwa emosinya keliru.

Meskipun kamu tidak memahami alasan anak merasa kesal, tetap akui perasaannya dan tunjukkan empati. Sikap ini membantu anak merasa bahwa emosinya mendapat perhatian.