Kody juga mengaku sangat mengapresiasi kerja keras mitra-mitra waralaba CoCo.
“Setelah membuka gerai-gerai terbaru, kami semakin gencar menjangkau beragam konsumen di wilayah yang tengah berkembang pesat.”
Memperluas daya tarik produk di pasar-pasar lokal
Setelah permintaan produk minuman “teh baru” melonjak di Asia Tenggara, CoCo pun mengubah pengalaman menikmati teh boba.
BACA JUGA:Diplomasi Kuliner, Rayakan 75 Tahun Hubungan Indonesia–Thailand
BACA JUGA:100 Fans Marvel di Indonesia Jadi yang Pertama Saksikan Marvel Studios Thunderbolts
Banyak kalangan sempat menganggapnya sebagai opsi minuman segar premium, teh boba kini lebih memenuhi selera konsumen Asia Tenggara yang lebih luas.
CoCo menawarkan cita rasa lokal, serta menyajikan opsi minuman yang lebih sesuai dengan selera lokal.
Sehingga produknya lebih relevan dengan konsumen kelas menengah dengan daya beli yang lebih tinggi.
Rekam jejak kesuksesan di Asia Tenggara
BACA JUGA:Raih Predikat Great Place To Work, PTBA Tempat Kerja Nyaman dan Kondusif
BACA JUGA:
Sejak pertama kali hadir di Asia Tenggara pada 2012, CoCo Bubble Tea telah sukses besar.
Di Filipina, lebih dari 120 gerai CoCo telah buka, bahkan CoCo telah menjadi sebuah merek minuman yang konsumen lokal sangat menggemarinya.
