Ditemukan di Tengah Kebun Singkong! Megalitik Langka Berusia Ribuan Tahun Muncul di Merapi Selatan Lahat

Benda megalitik yang pertama kami lihat adalah lumpang batu berlubang satu yang biasa disebut masyarakat sebagai lesung batu.

BACA JUGA: Jangan Sering Mengigit Es Batu, Sangat Tak Baik Untuk Kesehatan Gigi

BACA JUGA: Misteri Batu Akik Spirtus Biru Tua, Antara Keindahan dan Energi Positif

“Benda megalitik seperti ini memang sangat banyak ditemukan di Kabupaten Lahat hingga kini jumlah temuan lumpang atau lesung mencapai ratusan jumlahnya. Benda dengan lubang bundar di atas biasanya kami sebut dengan lumpang batu sedangkan benda dengan lubang memanjang kami sebut dengan lesung batu,” papar Mario Andramatik.

Lumpang batu di Ataran Dusun Lame ini mempunyai lubang satu dengan diameter sebesar 19 cm, dan merupakan lubang diameter lumpang batu paling besar, biasnya lubang lumpang batu di bagian hulu Lahat dengan diameter rata-rata sebesar 14 cm.

“Lumpang batu secara keseluruhan mempunyai panjang 87 cm, lebar 68 cm dan tinggi 25 cm yang berada di ketinggian 152 mdpl di lahan milik Amiludin seluas ¼ ha. Posisi lumpang batu berada tepat di pinggir pagar,” terang dirinya.

Selain lumpang batu di lahan ini ditemukan juga tetralith (batu formasi susun empat) akan tetapi tetralith ini sudah tidak utuh lagi karena dua batu sudah dipecah-pecah.

BACA JUGA: Tak Sekadar Indah, Ini Manfaat Batu Akik Giok yang Jarang Diketahui

BACA JUGA: Diapresiasi Gubernur Sumsel, PT SLR Bangun Flyover untuk Jalan Khusus Angkutan Batubara di Kabupaten Lahat

Ada dua batu yang masih utuh, batu pertama masih berdiri kokoh dengan ukuran tinggi 95 dan lebar 91, batu kedua masih utuh tetapi dalam posisi roboh dengan ukuran panjang 144 dan lebar 107 sedang dua batu lainnya sudah pecah.

Selain kedua benda megalitik tersebut juga banyak sebaran bebatuan dan dapat kami identifikasi sebagai tetralith dan monolith.

Lokasi keberadaan benda megalitik tidak jauh dari sungai Suban yang berjarak sekitar 100 meter di kaki Bukit Barisan yang merupakan lokasi pertama Desa Suka Merindu yang bernama Dusun Lame, kemudian lokasi desa pindah ke lokasi baru yang bernama Talang Berase lalu pindah lagi ke Talang Mayang dan berganti nama menjadi Suka Merindu hingga kini ujar Erpan menceritakan sejarah desanya.

Dengan adanya peninggalan situs megalitik di Desa Sukamerindu membuktikan bahwa daerah ini sudah menjadi lokasi pemukiman pada masa prasejarah dan hal ini tak mengherankan karena area Merapi Selatan bertetangga dengan Kecamatan Pagar Gunung dan Mulak Ulu yang juga banyak ditemukan peninggalan megalitik bahkan wilayah ini sering disebut dengan sebutan Mulak Ilir.

BACA JUGA: Menelusuri Candi Sewu: Dari Arca Penjaga hingga Arsitektur Mandala

BACA JUGA: Sudah Ada 285 Tahun Silam, Begini Cerita Terbentuknya Kecamatan Sanga Desa di Muba