Akuisisi Tokopedia dan kembalinya TikTok Shop menjadi salah satu pemicu utama, yang meningkatkan daya saing e-commerce di Indonesia.
Selain itu, perluasan jaringan internet ke daerah-daerah terpencil juga memberikan dampak signifikan.
Hal ini memungkinkan masyarakat di berbagai wilayah untuk lebih mudah mengakses platform belanja online.
Seiring dengan itu, peningkatan jumlah pengguna internet pada tahun 2024 juga semakin mendorong pertumbuhan aktivitas belanja digital.
BACA JUGA : Program CSR 2024, 2 Anak Usaha Titan Group Sasar 2 Desa di Kabupaten PALI
BACA JUGA : Ga Kaleng-Kaleng! 3 Fitur Canggih Lengkapi Jetty Anyar Persembahan PT Titan Infra Energy untuk PTBA
Tantangan E-commerce di Tahun 2024
Meskipun terlihat mulus, nyatanya pada tahun 2024 lalu brand-brand FMCG mengalami banyak tantangan dalam berjualan di e-commerce.
Mulai dari boikot produk terafiliasi Israel, perubahan tren social commerce, hingga deflasi yang terjadi 5 bulan secara beruntun (Mei-September 2024).
Tantangan ini menuntut brand untuk beradaptasi dengan cepat, mencari peluang yang ada dan memaksimalkan peluang tersebut.
BACA JUGA : Jelang Idul Adha 1445 H, SLR dan SDJ TITAN Group Bagikan 7030 Paket Sembako untuk 4 Kabupaten di Sumsel
BACA JUGA : Ini Cara Gercep Titan Group Tanggulangi Fenomena Swabakar di Tumpukan Batubara
