Kenaikan harga logam mulia emas ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.
Anton mengungkapkan, harga BSI Emas Digital di platform BYOND by BSI per tanggal 20 Maret 2025 mencapai angka Rp1.732.000 per gram atau naik Rp 19.000 dari Rp 1.713.000 per gram pada 19 Maret 2025.
BACA JUGA: Transaksi Digital Banking Naik 45 Persen, BSI Beri Nasabah Apresiasi Ini
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
Mengacu kepada harga emas Antam, harga emas mencapai Rp1.774.000 per gram pada 20 Maret 2025 atau naik Rp 15.000 dari Rp 1.759.000 per gram pada 19 Maret 2025.
Dia menegaskan, emas menjadi instrumen investasi yang tahan terhadap inflasi dan safe haven.
Untuk itu, perseroan semakin masif menggarap potensial market yang cocok dengan model bisnis bank emas karena emas bisa dimiliki oleh seluruh segmen nasabah.
Pada 26 Februari lalu, BSI telah mendapatkan izin pelaksanaan bank emas yang menjadi new game changer untuk bisnis perseroan tahun ini. Izin bank emas mencakup penitipan emas dan perdagangan emas.
BACA JUGA: Modus Penipuan Marak, BSI Imbau Nasabah Selalu Waspadai
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
“BSI telah memiliki izin sebagai bank emas sehingga memungkinkan nasabah melakukan pembelian emas dengan harga yang terjangkau dan aman karena disimpan secara digital dan bisa ditarik menjadi emas batangan dengan cara yang mudah,” ujarnya.
Dalam enam bulan terakhir harga emas naik sekitar 22% dari Rp1,45 juta ke Rp1,77 juta per gram.
Kondisi ini juga berpengaruh kepada pertumbuhan bisnis emas BSI khususnya penjualan emas melalui platform digital BYOND.
Per 19 Maret 2025 penjualan BSI Emas Digital tumbuh secara YoY sebesar 240% dan secara secara MtD hampir 70%.
