Hal ini terlihat dari perbedaan tren antara kondisi usaha saat ini dan ekspektasi ke depan.
Untuk kondisi kegiatan usaha saat ini, terlihat ada peningkatan pada persentase responden yang menyatakan bahwa kondisi usahanya meningkat, menjadi 30,3% (vs 29,8% pada Desember 2024).
BACA JUGA: Selama Juli 2024, Layanan Weekend Banking Hadir di 540 Kantor Cabang BSI
BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia
Di sisi lain, optimisme terkait kondisi usaha dalam 6 bulan ke depan perlu diwaspadai, presentase pelaku usaha yang optimis mengalami penurunan menjadi 72,5% (vs 73,4% pada Desember 2024).
Tim Ekonom Bank Mandiri menilai, bahwa peran pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha pada tahun ini.
Dari sisi konsumsi, beberapa kebijakan seperti bantuan pangan dan diskon tarif listrik berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat.
Sementara itu dari sisi produksi, kebijakan insentif pajak penghasilan bagi UMKM dan subsidi bunga untuk revitalisasi mesin industri padat karya diharapkan dapat memberikan stimulus bagi dunia usaha.
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
BACA JUGA: BSI dan BSI Maslahat Dorong UMKM Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Zakat
Kombinasi kebijakan yang menyasar baik konsumen maupun produsen ini diharapkan dapat memperkuat optimisme pelaku usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
