PSSI juga harus memberikan rencana pemetaan tempat duduk kepada FIFA, 10 hari sebelum pertandingan Indonesia vs Tiongkok digelar.
“Tapi FIFA juga memberikan ruang atau alternatif, boleh saja diberikan, tapi kepada komunitas anti-diskriminasi, atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan,” tutur Arya.
BACA JUGA: Ini Kata Jokowi Saat Ditanya soal Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U20
BACA JUGA: Timnas Keok Lawan 10 Pemain Irak, Ini Penyebabnya
Selain itu, FIFA memerintahkan pemasangan spanduk anti-diskriminasi pada saat pertandingan Indonesia kontra Indonesia.
“FIFA juga meminta kepada PSSI untuk bikin rencana komprehensif melawan tindakan diskriminasi di sepak bola Indonesia,” tutur Arya.
Arya menjelaskan bahwa FIFA sangat fokus dengan isu-isu sensitif karena punya prinsip kesetaraan, kemanusiaan, saling menghargai dan menghormati.
“Jadi tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, xenophobia dan lain-lainnya.
BACA JUGA: Jokowi Konfirmasi Pusat Latihan Timnas Indonesia Segera Dibangun di IKN
BACA JUGA: Galeri Foto Klub Sepakbola Indonesia Persija Jakarta
Ini pembelajaran bagi kita semua, jelas merugikan kita semua, tapi kita harus tanggung bersama-sama.
Jadi ke depan kita harus mulai melakukan langkah-langkah literasi dan pendidikan-pendidikan suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang berhubungan dengan diskriminasi,” tukas Arya Sinulingga.
