Di Korea Selatan, KakaoTalk menyumbang 87% interaksi antara brand dan pelanggan, dan beberapa brand di Singapura juga mulai menggunakan platform ini untuk menjangkau audiens mereka.
Di Vietnam, 63% interaksi antara brand dan pelanggan berlangsung di Zalo, platform lokal yang sangat populer.
Sementara itu, LINE mendominasi di Thailand, wilayah Taiwan, dan Singapura, mencakup 98% interaksi messaging di negara-negara tersebut.
Karena itu, semakin banyak brand yang memilih platform lokal untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan relevan dengan pelanggan mereka.
BACA JUGA:Nyaman dan Aman! Solusi Praktis Pakaian Dalam Sekaligus Atasan bagi Pra Remaja dari UNIQLO
BACA JUGA:Rumah Nusantara Hadir di Rusia, Jadi Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia
Secara global, jumlah brand yang melakukan ochestrated conversational marketing interaction di platform Infobip meningkat sebesar 30%.
Laporan ini juga mencatat adopsi cepat conversational messaging di industri-industri utama di Asia Pasifik.
Sektor Ritel dan eCommerce mencatat peningkatan interaksi sebesar 169%, Korea Selatan memimpin dengan pertumbuhan 371%, kemudian Singapura (133%), dan Filipina (16%).
Ekspansi sektor Telekomunikasi juga sangat pesat, tercermin dari pertumbuhan interaksi di China yang meroket 4.200% dan Indonesia sebesar 121%.
BACA JUGA:LianLian Global Bermitra Strategis dengan Veem dan 12Victory di Ajang Money20/20 Asia
BACA JUGA:Laba Bersih PT Federal International Finance Raih Rp1,13 Triliun di Kuartal I-2025
Ivan Ostojic, Chief Business Officer Infobip mengatakan, lonjakan interaksi bisnis di Asia Pasifik mencerminkan pergeseran menuju pengalaman conversational messaging yang lebih kaya fitur, relevan di pasar lokal, serta personal.
Pelanggan di Asia Pasifik menyukai konten yang sesuai dengan budaya dan bahasanya.













