Indikator ini mengukur seberapa sering hasil penelitian suatu universitas dikutip oleh akademisi lain. Jumlah sitasi menjadi salah satu gambaran pengaruh ilmiah penelitian.
4. Indeks-H
Indeks-H mencerminkan produktivitas dan dampak karya ilmiah secara seimbang. Penilaian ini mempertimbangkan jumlah publikasi serta sitasi yang diterima peneliti.
5. Jaringan Riset Internasional
BACA JUGA : Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada PKN STAN hingga Polstat STIS
BACA JUGA : 3 Kota Paling Ramah Mahasiswa 2027 Versi QS Rankings!
Indikator ini menilai luasnya kerja sama lintas negara, kemitraan proyek, dan keterhubungan akademik universitas dengan lembaga di luar negeri.
Setiap indikator memiliki bobot berbeda. Oleh karena itu, hasil pemeringkatan Teknik Sipil tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan hasil bidang lain, seperti Kedokteran, Hukum, atau Bisnis.
Penilaian Mencakup Rumpun Ilmu Teknik Sipil dan Struktur
QS menggunakan kategori luas bernama Engineering Civil and Structural untuk bidang ini. Artinya, penilaian mencakup kinerja universitas secara keseluruhan dalam rumpun ilmu Teknik Sipil dan Struktur, bukan hanya satu program sarjana tertentu.
BACA JUGA : 5 Jurusan Kuliah Paling Rendah Tingkat Penganggurannya di Indonesia
BACA JUGA : 5 Universitas Program Pariwisata Terbaik di Indonesia!
Pendekatan tersebut menggambarkan kinerja akademik dan penelitian dalam bidang terkait, mulai dari riset dasar hingga penerapan ilmu di lingkungan kampus.
Kehadiran ITB dalam pemeringkatan global QS 2026 menjadi salah satu pengakuan internasional terhadap bidang Teknik Sipil dan Struktur di Indonesia. Pencapaian ini juga dapat menjadi dorongan bagi institusi lain untuk meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian agar mampu bersaing di tingkat internasional.
