Penyebab strabismus pada anak antara lain kondisi genetik, gangguan refraktif (sebagai contoh mata minus atau plus), kelainan neurologis, dan kelainan pada mata anak (katarak, retinopathy of prematurity, dan lain-lain).
Dalam beberapa kasus, strabismus pada anak dapat menyebabkan ambliopia atau mata malas, yakni ketika otak cenderung mengabaikan gambar dari mata yang tidak sejajar.
Jika tidak ditangani, hal ini bisa mengakibatkan gangguan penglihatan permanen.
Untuk mencegah hal tersebut, mata juling dapat diatasi jika terdeteksi sejak dini, misalnya dengan penggunaan kacamata khusus, terapi mata, atau operasi koreksi.
BACA JUGA: Paviliun Indonesia Raup Transaksi 4.6 juta USD, Curi Perhatian di FITUR 2025 Madrid
Jenis-Jenis Mata Juling
Mata juling terdiri dari berbagai jenis yang dikategorikan berdasarkan arah penyimpangan mata.
Berikut adalah penjelasan detail dari masing-masing jenis strabismus agar lebih mudah dipahami.
1. Esotropia (Mata Mengarah ke Dalam)
BACA JUGA: MANTAP! IWAPI DPP Pariwisata Rayakan Hari Gizi Nasional dengan Misi Sosial di Eksotika Baduy
BACA JUGA: 5 Komitmen Nyata BRI Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM
Esotropia adalah kondisi dimana salah satu atau kedua mata mengarah ke dalam atau mendekati hidung.
2. Exotropia (Mata Mengarah ke Luar)
Exotropia terjadi ketika salah satu atau kedua mata mengarah ke luar, menjauhi hidung.
3. Hypertropia (Mata Mengarah ke Atas)
BACA JUGA: 5 Bantuan Terbaik dari PT RMK Energy Tbk Wujud Komitmen Dukung Pendidikan Bermutu di Selat Punai
BACA JUGA: Mengaji dalam Hening, Gambaran Saat Anak-anak Tunarungu Belajar Al Quran Isyarat










