Hypertropia adalah jenis mata juling dimana salah satu mata mengarah lebih tinggi dibanding mata lainnya.
Kondisi ini tergolong langka dibanding jenis lainnya.
4. Hypotropia (Mata Mengarah ke Bawah)
Hypotropia adalah kebalikan dari hypertropia, dimana salah satu mata mengarah lebih rendah dibanding mata lainnya.
BACA JUGA: Bikin Wajah Cerah! 5 Rekomendasi Lipstik Ombre Terbaik 2024 untuk Tampil Menawan
BACA JUGA: Sungai Hesam Lahat Meluap, Rusak Sejumlah Fasum
Kondisi lainnya: Pseudostrabismus.
Pseudostrabismus merupakan kondisi yang menyerupai strabismus, tetapi bukan strabismus pada anak usia dibawah 1 tahun.
Terkadang mata anak terkesan juling, namun refleksi cahaya masih jatuh di tengah pupil atau manik mata.
Hal ini disebabkan oleh struktur hidung yang lebar dan datar, atau lipatan kulit di bawah kelopak mata yang berlebih.
BACA JUGA: Dorong Penyaluran Rumah Bersubsidi 2023, BSI Hadir di Gema Tapera
BACA JUGA: Menkomdigi Rombak Jajaran, Rotasi 80 Persen Pimpinan Tinggi Pratama Kemkomdigi
Gejala Mata Juling
Mata juling (strabismus) memiliki beberapa gejala yang bisa dikenali, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala mata juling:
Mata tidak sejajar
Satu mata mengarah ke depan, sementara mata lainnya bisa mengarah ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.
Mata tidak bekerja sama
Kedua mata tidak bergerak bersama saat melihat suatu objek, sehingga pandangan tampak tidak terkoordinasi.
Mata sering menyipit atau memiringkan kepala
