Bagaimana QS Menilai Kualitas Pendidikan Kedokteran?
QS World University Rankings by Subject menggunakan sejumlah indikator untuk menilai perguruan tinggi berdasarkan bidang keilmuan.
Dalam pemeringkatan kedokteran yang dijelaskan pada daftar ini, penilaian mencakup lima pilar utama dengan bobot berbeda.
1. Riset dan Penemuan dengan Bobot 50%
BACA JUGA : PKN STAN Jadi Sekolah Kedinasan Paling Diminati 2026, 34.120 Pendaftar
BACA JUGA : 9 Universitas Jurusan Ekonomi Terbaik Indonesia Versi QS 2026, UI Puncak
Riset dan penemuan menjadi komponen dengan bobot terbesar, yakni 50%.
Penilaian ini terdiri atas reputasi akademik sebesar 30% dan sitasi per penelitian sebesar 20%.
Reputasi akademik mencerminkan penilaian para ahli kedokteran dunia terhadap kualitas pengajaran dan kontribusi keilmuan suatu kampus.
Sementara itu, sitasi per penelitian mengukur seberapa sering karya ilmiah dosen dan peneliti dirujuk oleh institusi lain.
BACA JUGA : QS 2026: NUS Teratas, ITB Wakil Indonesia
BACA JUGA : Mau Kuliah di Korea Selatan? Ini 6 Beasiswa yang Bisa Dicoba
Jumlah sitasi tersebut menjadi salah satu indikator untuk melihat dampak hasil penelitian di lingkungan akademik.
2. Kesiapan Kerja dan Lulusan dengan Bobot 20%
Indikator ini menilai sejauh mana lulusan dihargai oleh pemberi kerja, rumah sakit, dan industri kesehatan.
