“Munculkan keberanian untuk memberikan penawaran lalu konsisten.
Agar konsisten maka kita perlu rasakan manfaat dari produk, jadikan kebiasaan, disiplin dalam penawaran, serta jadi motivasi untuk memberikan contoh pada tim kita,” jelas Ippho.
BACA JUGA: Konsisten Berdayakan Masyarakat, Bukit Asam Raih 2 Award Bina Mitra UMKM
BACA JUGA: Dorong Program Sustainable Movement, BSI Konsisten Ajak Masyarakat Go Green
Adapun dalam sesi inti webinar, ust. Luqmanul Hakim berpesan agar seorang memperhatikan sosial medianya.
Seorang muslim tidak boleh riya, jangan memposting di media sosial untuk mengharap pujian manusia.
Beliau pun membacakan surat Ali-Imran ayat 120.
“Dari Surat Ali-Imran ayat 120 tersebut maka saya berpesan jangan posting everything, belajar untuk memilah-milah postingan, karena ini akan membangun mental kita.
BACA JUGA: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Hutama Karya Perkuat UMKM di Rest Area Jalan Tol
BACA JUGA: Gelar RUPS, Petro Muba Beri Kontribusi Rp5 Miliar
Jangan curhat sama sembarang orang, kalaupun kita posting kesedihan, akan ada orang yang bersyukur di atas kesedihan kita.
Begitu pun ketika kita memposting kesuksesan, bisa jadi ada orang yang hasad dengan kesuksesan tersebut” pesan Ustadz Luqman.
Selain itu Ustadz yang akrab dipanggil Ayah Man ini berpesan, untuk membuang mental miskin dan selalu kurang dalam diri seorang muslim.
Inilah langkah pertama membangun generasi mustahil miskin.
