“Itulah semangat yang ingin terus kami tanamkan melalui Lorong Sejarah ini,” ungkap Brigjen TNI Frega.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi, terlihat dari kuota pendaftaran yang selalu penuh.
BACA JUGA: Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30
BACA JUGA: Galaxy A56 dan A36 5G di Awesome Space, Yuk Dicobain!
Untuk dapat berkunjung, masyarakat perlu memiliki tiket masuk Museum Nasional Indonesia pada hari yang sama dan melakukan registrasi melalui tautan yang diumumkan di media sosial resmi Kemhan beberapa hari sebelumnya.
Kuota kunjungan dibatasi untuk memastikan kenyamanan dan efektivitas penyampaian informasi dari pemandu.
Tur diawali dengan penjelasan singkat tentang sejarah Kemhan, dilanjutkan dengan kunjungan ke Patung Ir. Soekarno menunggang kuda, serta Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam.
Rute kemudian berlanjut ke Gedung Jenderal Sudirman dan masuk ke Lorong Sejarah. Di dalam lorong, pemandu menjelaskan berbagai peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia.
BACA JUGA: Paket Wisata dan Budaya Indonesia Menarik Minat Pengunjung Holiday World di Ceko
BACA JUGA: Rute Penerbangan Bandar Seri Begawan-Balikpapan Kembali Dibuka, Perkuat Kerjasama Konektivitas
Mulai dari Serangan Umum 1 Maret, penumpasan berbagai pemberontakan (KNIL, PKI Madiun, DI/TII), operasi militer (Trikora, Seroja), peristiwa heroik (Bandung Lautan Api, pertempuran Surabaya, pertempuran Ambarawa).
Kemudian, pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), hingga ekspedisi bersejarah seperti pendakian Mount Everest oleh Kopassus.
Dalam kunjungan tersebut, salah satu pengunjung yang baru pertama kali datang menyampaikan kekagumannya.
“Ini pertama kalinya saya berkunjung ke Lorong Sejarah, dan di usia saya yang sudah tidak muda lagi, tempat ini benar-benar membuka wawasan.
