Ditegaskan Bob, BSI terus mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan melalui NZE (Net Zero Emission).
Selain juga memprioritaskan pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan.
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
BACA JUGA: Selama Juli 2024, Layanan Weekend Banking Hadir di 540 Kantor Cabang BSI
BSI, lanjut Bob, menyambut baik program insentif dari pemerintah terkait Pajak Penjualan Barang Mewah (PPNBM) dan Pajak Pertambahan Nilai Tanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan EV sebesar Rp11,4 triliun.
Karenanya, menurut Bob, BSI tahun ini akan memanfaatkan kebijakan tersebut dan menyasar segmen-segmen potensial yang membutuhkan pembiayaan kendaraan EV.
Seperti institusi pemerintah maupun swasta, serta area komersial yang berada kota-kota besar.
Bob mengaku optimis, bahwa pembiayaan kendaraan listrik di BSI pada tahun ini akan terus menunjukkan tren yang positif.
BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia
BACA JUGA: Buyer Mesir Raih Peringkat Pertama Business Matching BSI International Expo 2024
Hal itu ditopang oleh potensi pasar dan permintaan dari masyarakat yang semakin besar, serta banyaknya kebijakan dan kemudahan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dalam pembelian kendaraan listrik.
Dikatakan Bob, BSI tahun ini akan menggandeng berbagai merk produsen untuk optimalisasi penyerapan pembiayaan EV.
“Selain itu, juga dengan berbagai program kerjasama COP (Car Ownership Program), dan melakukan green operation di lingkungan BSI.
Dimana, untuk tahap pertama kami akan melakukan uji coba kendaraan EV,” ujar Bob.













