Mata anak-anak masih dalam tahap perkembangan, terutama pada usia awal kehidupan hingga usia 5-11 tahun.
Pada periode ini, anatomi mata dan kemampuan melihat terus berkembang, sehingga kesehatan mata anak sangat rentan terhadap gangguan.
Jika anak-anak sering menggunakan gadget tanpa memperhatikan jarak pandang, bayangan yang masuk ke mata tidak akan jatuh tepat di retina.
Hal ini dapat menyebabkan elongasi aksial (memanjangnya bola mata), yang berisiko menimbulkan kelainan refraksi seperti miopia.
BACA JUGA: Mikha Tambayong Raih Penghargaan, Jadi Duta Pariwisata Taiwan
BACA JUGA: Membuka Jalan Baru: Transformasi Pembangunan Aceh Menuju Kemandirian
Penggunaan gadget dalam waktu lama tanpa jeda dapat mempercepat risiko elongasi aksial ini, apalagi jika anak bermain dengan jarak sangat dekat.
Dampaknya, kemampuan melihat buram pada jarak tertentu menjadi keluhan yang umum.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memperburuk penglihatan anak hingga dewasa.
Gejala Gangguan Penglihatan yang Perlu Diwaspadai
BACA JUGA: Membuka Jalan Baru: Transformasi Pembangunan Aceh Menuju Kemandirian
BACA JUGA: Fitur Engine Auto Start-Stop Suzuki Bikin Hemat di Jalan, Ini Buktinya
Gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak terdeteksi hingga kondisinya cukup parah.
Anak-anak mungkin tidak menyadari atau tidak dapat menjelaskan masalah yang mereka alami.
Sebagai orang tua, Anda perlu waspada terhadap beberapa gejala berikut:
1. Sering Menyipitkan Mata
BACA JUGA: Progres Tol Betung-Jambi Seksi IV Capai 68 Persen, HK Kejar Target Penyelesaian
BACA JUGA: HK Kebut Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik 2025
