Kisah Cinta Pasangan India-Pakistan yang Berakhir di Penjara

Atas saran Mulayam, Iqra meningalkan Pakistan dan pergi ke Nepal lewat Dubai untuk menemuinya. Polisi berkata keduanya menikah dalam upacara Hindu di sebuah kuil di sana dan datang ke India.

Tetapi Iqra Jeewani tidak punya dokumen yang diperlukan untuk tinggal di India, jadi polisi mengatakan Mulayan Yadav mengurus kartu Aadhaar palsu – dokumen identitas India- untuk sang istri.

Menurut polisi, Mulayam Yadav keluar setiap hari untuk bekerja sementara istrinya Iqra Jeewani tinggal di rumah.

Tapi Jeewani sering melakukan panggilan WhatsApp ke ibunya di kampung halamannya di Pakistan, yang membuat polisi mendatanginya.

Pejabat polisi Bangalore berkata, mereka dalam status siaga tinggi selama tiga bulan yang lalu karena dua acara internasional besar dijadwalkan berlangsung di kota itu pada Februari: pertunjukan udara Aero India dan pertemuan menteri keuangan G20.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, Jeewani ditahan karena masuk secara ilegal dan diserahkan ke Kantor Pendaftaran Regional Orang Asing pada 20 Januari. Dia dideportasi ke Pakistan pada bulan Februari.

“Sampai sekarang tidak ada pelanggaran terhadap Jeewani selain masuk ke negara itu secara ilegal,” kata S Girish, wakil komisaris polisi di distrik Whitefield Bangalore kepada BBC.

“Tapi penyelidikan sedang berlangsung,” sambungnya. BBC tidak dapat menghubungi Jeewani atau keluarganya di Pakistan untuk memberikan komentar.

Awal pekan ini, kantor berita PTI melaporkan bahwa ayah Jeewani telah memastikan bahwa anaknya sudah sampai di rumah dan mereka tidak ingin “berbicara tentang masalah tersebut”.

Adapun ibu Mulayam Yadav, Shanti Devi mengatakan dia berharap pemerintah kedua negara bisa membantu menyatukan mereka kembali.

“Kami tidak peduli apakah dia Muslim atau Pakistan, dia adalah menantu perempuan kami. Kami akan merawatnya dengan baik.” *

Artikel ini sudah tayang di BBC News Indonesia dengan judul: Kisah cinta pasangan India-Pakistan yang berakhir di penjara