Konversi Energi PT Hakaaston, Implementasi Environmental, Social, and Governance

Penerapan  konversi energi  merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip ESG

Penggunaan CNG terbukti lebih unggul dibandingkan penggunaan BBM Solar Industri khususnya pada aspek lingkungan.

Dari faktor emisi, CNG memiliki faktor emisi karbon sebesar 43 ton CO₂ per terajoule, jauh lebih rendah dibandingkan solar yang mencapai 76–77 ton CO₂ per terajoule.

BACA JUGA: HK Dorong 3 UMKM Binaan ke Pasar Global, Ini Buktinya

BACA JUGA: HK Realisasikan Dana TJSL Rp 25,84 Miliar Selama 2024

Penggunaan CNG oleh HKA diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 878.584 ton CO₂ per tahun.

Selain itu, pembakarannya menghasilkan asap yang lebih jernih tanpa meninggalkan residu yang mencemari tanah atau air.

Tak kalah penting, konversi ini tidak menurunkan kualitas aspal yang dihasilkan.

“Proses pembakaran CNG lebih bersih dan stabil, sehingga menjaga suhu tetap konsisten pada alat pemanas di pabrik aspal. Ini penting untuk menjaga kualitas aspal yang dihasilkan.

BACA JUGA: HKA Kejar Pendapatan hingga Rp1,5 Triliun pada 2025

BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Jalan Tol, HKA Kembangkan 2 Aplikasi

Tidak seperti BBM Solar yang butuh tangki penyimpanan dan pengelolaan persediaan, CNG langsung disalurkan oleh pemasok tanpa biaya penyimpanan.

CNG juga lebih aman karena jika bocor, gasnya akan langsung menguap ke udara.

Jadi, beralih ke CNG tidak hanya menghemat biaya, tapi juga lebih ramah lingkungan dan meningkatkan mutu produksi,” imbuh Martin.

AMP Jabodetabek ditunjuk sebagai pilot project pada tahun 2023 yang menjadi dasar pengembangan lebih lanjut ke unit-unit lainnya.