MUARA ENIM, TUJUANSATU.COM – Peristiwa kebakaran melanda kawasan lahan tambang batubara di wilayah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada Sabtu (8/8/2026).
Kobaran api campur asap tebal membubung tinggi di sekitar lokasi, memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran gabungan untuk memadamkan si jago merah.
Mereka berjibaku agar kobaran api tidak meluas ke area operasional maupun pemukiman warga.
Peristiwa ini mendadak menjadi perhatian publik dan netizen setelah kepulan asap hitam terlihat dari kejauhan.
BACA JUGA : Diapresiasi Gubernur Sumsel, PT SLR Bangun Flyover untuk Jalan Khusus Angkutan Batubara di Kabupaten Lahat
BACA JUGA : PT SLR Kurangi Volume Batubara di Intermediate Stockpile KM 36, Ternyata ini Penyebabnya!
Mengingat karakter lahan tambang batubara yang mengandung endapan fosil mudah terbakar, proses penanganan membutuhkan teknik khusus dan kewaspadaan ekstra tinggi.
Kronologi dan Asap Tebal Membubung di Tanjung Enim
Berdasarkan informasi di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi pada Sabtu pagi.
Cuaca terik yang menyengat disertai hembusan angin kencang disinyalir menjadi pemicu cepatnya sebaran api di permukaan lahan yang mengering.
BACA JUGA : Gerak Cepat Pengelola SDJ Tangani Truk Batubara KBU Tergelincir, Nihil Pencemaran Sungai Musi
BACA JUGA : Ini Cara Gercep Titan Group Tanggulangi Fenomena Swabakar di Tumpukan Batubara
Material batubara di lapisan permukaan yang terpapar panas menyerap temperatur tinggi, memicu pembakaran spontan (spontaneous combustion).
Kemudian dengan cepat merembet ke vegetasi belukar di sekitarnya.
Dalam hitungan jam, asap tebal mulai membubung dan menyelimuti sudut-sudut wilayah Tanjung Enim.













