Liburan Sekolah 2024 Telah Tiba, TIKI Gelar Khitanan Massal Gembirakan Puluhan Anak Karyawan di Jakarta

Di antaranya mencegah penularan penyakit menular seksual, mengurangi risiko gangguan penis, risiko infeksi saluran kemih, hingga risiko kanker penis.

Mengutip jurnal JMIR Public Health and Surveillance yang dipublikasikan pada 2022 menyebutkan bahwa kasus kanker penis di dunia meningkat.

Tidak hanya di negara berkembang namun juga negara maju seperti di Inggris dan Jerman.

Di Indonesia, berdasarkan data Globocan 2022, total kasus kanker penis dalam kurun waktu 2017 – 2022 adalah sebanyak 2.935 kasus.

BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Jalan Tol, HKA Kembangkan 2 Aplikasi

Meskipun jumlah kasus kanker penis ini tidak sebesar kanker paru dan payudara, namun begitu tren peningkatan jumlah kasus ini di dunia perlu tetap diwaspadai.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sunat atau khitan dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker penis pada pria.

Salah satu penyebab kanker penis disebabkan oleh infeksi virus akibat higienitas penis yang buruk. Sunat bertujuan untuk menjaga kebersihan penis dari potensi penumpukan sel kulit mati, bakteri dan minyak.

“Kini teknologi sunat sudah semakin canggih sehingga orang tua tidak perlu khawatir akan kondisi anak pasca tindakan.

BACA JUGA: Ekselensia Tahfizh School Wisuda 11 Generasi Qurani Unggul

Dulu kita mengenal metode klamp sebagai metode yang inovatif dan paling diminati karena tanpa jahitan dan perban.

Pendarahan pun sangat minimal.