“Kami para pemuda tidak ingin hanya jadi penonton.
Kami ingin menjadi pelaku utama perubahan di desa sendiri,” ujar Ayi Ruslan, salah satu pemuda Desa Tanjung Agung.
BACA JUGA: Beasiswa Bidiksiba PTBA Bantu Anak Petani Muara Enim Gapai Cita-cita
BACA JUGA: Dirut PTBA Raih Penghargaan The Best CEO Strategic Orientation
Kegiatan pelatihan turut dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah desa, sekolah, hingga pelaku usaha kuliner di Desa Tanjung Agung.
Mereka siap mengirimkan sampah organik untuk mendukung pengembangan usaha budidaya maggot.
Ayi menilai bahwa kolaborasi antara para pemuda, pemerintah, swasta, dan PTBA akan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi desa.
“Ini baru awal. Kami ingin Tanjung Agung jadi contoh desa mandiri yang mengubah sampah jadi emas,” tegasnya.
BACA JUGA: PTBA Gandeng Kejari Muara Enim, Jaga Kepatuhan Hukum
BACA JUGA: PT Jasa Marga dan PTBA Lanjutkan Kolaborasi
Budidaya maggot di Desa Tanjung Agung diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di daerah lain.
Selanjutnya para peserta pelatihan akan mendapat pendampingan lanjutan dari PTBA, termasuk akses pasar dan teknologi pengolahan.
Rudi Hartono, Sekretaris Desa Tanjung Agung, mengatakan bahwa pengembangan usaha budidaya maggot selaras dengan visi Pemerintah Desa Tanjung Agung.
“Ini jawaban atas dua masalah sekaligus, yaitu pengurangan sampah dan penguatan ketahanan pangan.
