Pencapaian ini menunjukkan kesiapan BRI dalam mengantisipasi potensi pemburukan kualitas aset, yang mungkin timbul akibat ketidakpastian perekonomian domestik maupun global.
“Dengan coverage ratio yang sangat memadai ini, BRI tidak hanya mampu menjaga stabilitas neraca secara berkelanjutan, namun juga memberikan keyakinan kepada investor, regulator, dan seluruh stakeholders bahwa perseroan memiliki fundamental yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi.
BACA JUGA: Super App BRImo Jadi Andalan, Digunakan oleh 40,28 Juta User
BACA JUGA: BRI Salurkan KUR Senilai Rp42,23 Triliun hingga Akhir Maret 2025
Terutama di tengah kondisi tekanan ekonomi dan geopolitik global seperti perang tarif,” ujar Mucharom.
Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, hingga akhir Triwulan I BRI berhasil mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp1.373,66 triliun atau tumbuh 4,97% yoy.
Penyaluran kredit BRI masih didominasi oleh segmen UMKM dengan porsi mencapai 81,97% dari total kredit BRI, atau dengan nominal sebesar Rp1.126,02 triliun.
Capaian positif ini mempertegas komitmen BRI dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
BACA JUGA: AgenBRILink Jangkau 88 Persen Wilayah Indonesia, Jumlahnya 1,2 Juta Agen
BACA JUGA: Pemegang Saham Diguyur Deviden oleh BBRI Hari Ini, Jumlahnya Rp31,40 Triliun
Melalui dukungan pembiayaan kepada sektor produktif, BRI berperan strategis dalam membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi dalam menurunkan tingkat kemiskinan nasional, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tercantum dalam Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Sebagai informasi, Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom yang diangkat pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 24 Maret 2025, dapat melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya setelah mendapatkan persetujuan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan OJK.













