Kami berharap program ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik donatur, mitra, dan juga pemerintah Republik Indonesia,” tutur Irvan.
Di tahun 2023, menurut Irvan, sebanyak 20 persen penerima manfaat dalam program pemberdayaan ekonomi keluar dari garis kemiskinan dan mengalami peningkatan pendapatan.
BACA JUGA: Tol Binjai – Pangkalan Brandan Sumut Bakal Tersambung Tahun Ini
BACA JUGA: Kampus Bisnis Umar Usman Cari Solusi Pengangguran di Indonesia
Dan di tahun ini, Rumah Zakat kembali menargetkan 20 persen penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi keluar dari garis kemiskinan.
“Membantu para mustahik keluar dari garis kemiskinan, bukan hal yang mudah.
Namun insya Allah hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Irvan.
Dampak ZIS dalam Berbagai Sektor Pemberdayaan
BACA JUGA: Konsisten Berdayakan Masyarakat, Bukit Asam Raih 2 Award Bina Mitra UMKM
BACA JUGA: Dorong Program Sustainable Movement, BSI Konsisten Ajak Masyarakat Go Green
Dalam bidang pendidikan, berdasarkan perhitungan rasio SROI pada Program Rumah Vokasi terdapat nilai 1 : 3,69.
Maka diketahui bahwa untuk setiap Rp 1 yang diinvestaikan pada program pelatihan pangkas rambut di Rumah Vokasi, akan menghasilkan imbal balik sosial atas investasi sebesar Rp 3,69.
Artinya program pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Zakat pada bidang pendidikan dengan menghadirkan Rumah Vokasi, dapat memberikan nilai manfaat atau dampak sosial yang besar terhadap masyarakat sekitar khususnya penerima manfaat.
Sementara itu di bidang kesehatan, berdasarkan analisis data untuk melakukan uji beda dengan menggunakan uji Mann Whitney U, ditemukan hasil perbandingan bahwa kualitas hidup lansia penerima manfaat lebih tinggi sebesar 92,42 dan lansia bukan penerima manfaat yaitu sebesar 68,58, dengan nilai p-value 0,001 < 0,05.
