Pertahankan Momentum Kuat di Indonesia, Antler Bukukan 50 Investasi Selama 2 Tahun Terakhir di Tengah Tantangan Pasar

Antler, perusahaan modal ventura tahap awal global, baru-baru ini mengumumkan komitmen berkelanjutannya untuk mendukung para founder yang luar biasa.

Aktivitas investasi yang berkelanjutan ini terjadi di tengah penurunan signifikan dalam lanskap pendanaan Asia Tenggara.

Menurut laporan terbaru Tracxn, pendanaan teknologi di kawasan ini turun 59 persen year-on-year menjadi $2,84 miliar (Rp46,35 triliun) pada tahun 2024.

Hal tersebut menandai penurunan 80 persen dari $14,2 miliar (Rp231,76 triliun) pada tahun 2022.

Meski menghadapi lingkungan yang menantang ini, Antler tetap mempertahankan komitmennya pada investasi tahap awal.

BACA JUGA: HKA Kejar Pendapatan hingga Rp1,5 Triliun pada 2025

BACA JUGA: Pertumbuhan Ujian Cambridge di Indonesia Soroti Permintaan yang Meningkat untuk Pendidikan Internasional

Ini karena mengidentifikasi dan mendukung founder yang menunjukkan fundamental kuat di awal perjalanan mereka terbukti semakin penting.

Melanjutkan momentum ini, Antler akan menargetkan untuk menyalurkan $20 juta (Rp326,4 miliar) di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada semester pertama 2025.

Target tersebut dimaksudkan untuk memperkuat posisinya sebagai katalis utama dalam ekosistem startup.

Sebagai investor institusional paling awal di kawasan ini, modal awal, platform global, dan jaringan advisors serta investor Antler telah berperan penting dalam membantu para founder membangun perusahaan yang kini menjadi bagian penting dari lanskap teknologi Asia Tenggara.

BACA JUGA: 36 Tahun Tak Tergeser! PDB Guangdong Melebihi 14 Triliun Yuan pada Tahun 2024

BACA JUGA: Menyongsong Tahun 2025, Kinerja PT Titan Infra Sejahtera Terus Bertumbuh