Potret Miris SMPN 1 Kota Agung Lahat: Berdiri Sejak 1979, Kini Siswa Belajar di Kelas Papan dan Kursi Plastik

TUJUAN SATU.COM – Setelah sebelumnya Sekolah Dasar Negeri (SDN) 9 Mulak Ulu terletak di Desa Padang Masat, terlihat sangat memprihatinkan dan membahayakan bagi siswa, kini temuan Reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, daerah pemilihan (Dapil) 4 mengalihkan sudut pandangan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Agung.

Alhasil, satu ruangan belajar masih ada terbuat dari kayu papan, bahkan moubiler ada menggunakan kursi plastik, lima pintu kamar mandi begitu mengkhawatirkan keadaannya yang rusak berat hingga plafon nyaris roboh.

Politisi Partai Gerindra, Jiki Rinalzon SIP menerangkan, bahwasanya apa yang dilihat bersama rekan-rekan lainnya, sungguh menyedihkan sekali padahal SMPN 1 Kota Agung ini termasuk fasilitas pendidikan paling tua.

“Sekolah ini berdiri pada tahun 1979 silam dan pada detik ini, sebagai alumni sangat sedih melihat kondisinya sekarang ini,” kata dirinya, Kamis, 9 April 2026.

BACA JUGA:Diapresiasi Gubernur Sumsel, PT SLR Bangun Flyover untuk Jalan Khusus Angkutan Batubara di Kabupaten Lahat

BACA JUGA:Sabet Triple Winner, BSI Pertegas Posisi sebagai Bank Haji Indonesia

Kemudian, ada satu ruangan sekolah masih berdiri dengan kayu papan, kendatipun di cat dan bersih hanya saja, berbanding terbalik dengan ruangan lainnya terbuat dari dinding beton.

“Belum lagi tempat duduk Siswa menggunakan kursi plastik. Dan paling menyedihkan adalah keadaan lima pintu kamar mandi mengalami rusak berat, sana sekali tidak dapat dipergunakan lagi,” papar Jiki Rinalzon seraya menambahkan, lalu pada bagian plafon diluar ruangan kelas pun begitu sangat jelek sekali, bisa dikatakan nyaris roboh akibat kayunya lapuk.

Senada, Anggota DPRD Lahat dapil 4 lainnya, Eva Lili Susanti menyampaikan, padahal Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE dan Wakil Bupati (Wabup), Widia Ningsih SH MH telah melontarkan statemen untuk kondisi sekolah yang ada di Bumi Seganti Setungguan.

“Mulai dari kamar mandi, ruangan belajar hingga areal halaman sekolah semuanya harus tertata rapi, bagus dan tidak rusak, sebagai bentuk memberikan kenyamanan bagi siswa untuk kegiatan belajar mengajar (KBM),” terangnya.

BACA JUGA:Bawa Hoki ke Rumah! 5 Tanaman Indoor Ini Dipercaya Penarik Rezeki dan Keberuntungan

BACA JUGA:6 Tanaman Hias Pembawa Rezeki dan Keharmonisan Rumah Tangga

Dia menerangkan, agar kiranya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdukbud) Lahat, untik turun ke lapangan mengecek setiap sekolah dan gelontorkan anggaran bagi sarana prasarana penunjang pendidikan.

“Untuk apa dana pendidikan besar kalau sama sekali tidak direspon cepat, padahal setiap tahunnya manajemen sekolah terus melayangkan proposal, tapi kenyataannya hingga detik ini belum ada realisasinya apalagi turun ke bawah,” tegas Politiisi Partai Golkar Ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kota Agung, Hafiza Nafi’ah SPd MPd mengemukakan, dirinya sendiri baru menjabat sebulan ini dan sangat terkejut melihat kondisi sekolah yang ada.