Proyek Tol Palembang-Betung Dikebut, Dukung Arus Mudik 2025

Proyek Tol Palembang-Betung dikebut pengerjaannya. Progres hingga 31 Januari 2025, konstruksi Seksi 1-2 telah capai 67,4 persen

Pengaspalan tahap awal dimulai Januari 2025, sementara pada 5 Februari 2025, difokuskan pada Jalur B yang direncanakan sebagai akses mudik.

Sedangkan Jalur A dialokasikan untuk lalu lintas kendaraan konstruksi, guna menjaga kelancaran pekerjaan.

BACA JUGA: Tol Junction Palembang Raih Bintang Lima, Tuntaskan Uji Laik Fungsi dan Operasi

BACA JUGA: Hutama Karya Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia

Untuk mendukung kelancaran arus mudik 2025, Hutama Karya telah menyiapkan berbagai langkah guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik.

Salah satu langkah yang diambil adalah penyesuaian pada area transisi antara perkerasan rigid dan struktur pile slab untuk mengurangi potensi kecelakaan di jalan tol.

Menurut Adjib, strategi pengaspalan yang diterapkan ini akan memberikan kenyamanan lebih bagi pengendara karena permukaan aspal yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

Pada proyek Jalan Tol Palembang – Betung Seksi 1-2, Adjib berharap dapat memangkas waktu tempuh antara Palembang dan Betung yang semula memakan waktu 3 jam, menjadi hanya 1 jam.

BACA JUGA: Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II Dikebut, Progres Capai 81,91 Persen

BACA JUGA: HK Realisasikan Dana TJSL Rp 25,84 Miliar Selama 2024

Selain itu, progres pembebasan lahan untuk proyek ini telah mencapai 90,16 persen, meskipun masih terdapat beberapa titik yang dalam proses penyelesaian.

Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok), yang akan mendukung kelancaran jalannya proyek ini.

Sebagai upaya mengurangi kepadatan di jalan nasional, Hutama Karya juga menyiapkan ruas Tol Palembang-Betung Seksi 2 (Gerbang Tol Rengas/Musi Landas – Pangkalan Balai) sebagai jalur alternatif mudik.

Meskipun saat ini ruas ini masih dalam tahap konstruksi, Adjib menyatakan bahwa ruas tersebut siap dimanfaatkan berkat koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kepolisian, dan Kementerian Perhubungan.