JAKARTA, TUJUANSATU.COM – RS Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia bakal dibangun di Gaza City, Palestina.
Hal itu sebagai wujud kontribusi Indonesia, dalam upaya rekonstruksi Gaza.
Hal ini ditegaskan dalam konferensi pers di Kemlu RI belum lama ini, seperti dilansir di laman Website Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Rencana dibangunnya RS Ibu dan Anak Indonesia di Gaza City, disampaikan dalam press conference di Jakarta.
BACA JUGA: Pendaftaran Nominasi ASEAN Prize 2025 Dibuka, Hadiah US$20.000 Menanti Pemenang
Hadir dalam keterangan pers tersebut, yakni Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri, Ahrul Tsani Fathurrahman bersama dengan Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), M. Anshorullah.
Turut hadir, Pembina Maemunah Centre, Siti Fadilah Supari, Ketua Maemunah Centre (MC), Onny Firyanti Hamidy, serta Edy Wahyudi sebagai Wakil Tim RSIA.
“Ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kampanye Bersama Penggalangan Bantuan Kemanusiaan bagi Gaza pada 26 Februari 2025, yang dihadiri oleh perwakilan dari MUI, Baznas, dan lebih dari 30 lembaga amal dan kemanusiaan Indonesia,” ujar Direktur Timteng.
Rencana pembangunan RSIA Indonesia tersebut, sebelumnya telah mendapatkan izin resmi dan tanah wakaf dari Kementerian Kesehatan (MoH) Palestina di Gaza.
BACA JUGA: Bentuk Kepercayaan PBB, Delegasi Biro Komite Palestina Kunjungi Indonesia
BACA JUGA: Milad 26 Tahun Rumah Zakat, Bahagiakan 18,2 Juta Penerima Manfaat
Sebelumnya, AWG dan MC intensif berkomunikasi dengan MoH Palestina guna mematangkan Detail Engineering Design (DED) dan rencana implementasi pembangunan fisiknya, termasuk rencana pemberangkatan Tim Advance ke Gaza dalam waktu dekat.
“Saya mengucapkan terima kasih sekali lagi atas inisiatif AWG dan WC untuk merealisasikan pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak Indonesia di Gaza.
