“Sehingga pembelajaran yang adaptif dan berbasis teknologi dapat terus berkembang dan memberikan dampak jangka panjang bagi masa depan Indonesia,” ucapnya.
Saat ini, SIC Batch 6 telah menyelesaikan pembelajaran Stage 2, yang berlangsung dari 25 Januari hingga 22 Februari 2025.
Dalam tahap ini, peserta dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, tidak hanya melakukan praktik langsung (hands-on) melalui simulator.
Melainkan juga diberikan IoT Kit secara fisik untuk mendukung eksploitasi dan pendalaman materi IoT secara mendalam.
BACA JUGA : Pameran ‘Source Fashion’ di London, Indonesia Tampilkan Tekstil Berkelanjutan
BACA JUGA : Progres Tol Betung-Jambi Seksi IV Capai 68 Persen, HK Kejar Target Penyelesaian
Tak hanya itu, pada awal pelaksanaan program ini, peserta memulai pembelajaran dengan pengenalan konsep dasar Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Materi ini menjadi landasan bagi peserta untuk memahami konsep dasar serta aspek teknis dari AI dan IoT.
Dari total peserta yang masuk Stage 1, yakni sebanyak 4.509 peserta yang disaring dari puluhan ribu pendaftar.
Sebanyak 3.634 orang hadir secara aktif dan memperlihatkan skor pre-test rata-rata 77.47 dan pada saat post-test skornya melonjak jadi 93.09, yang menunjukkan keberhasilan metode pengajaran berbasis praktik yang diterapkan dalam program ini.
BACA JUGA : Tim Gabungan Bea Cukai dan Kepolisian Bengkalis Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkotika di Perairan Sepahat
BACA JUGA : Lakukan Audiensi, Wirawati Catur Panca – MPR RI Siap Gelar Diskusi Patriotisme Perempuan
