SFT 2025 menantang para peserta untuk mengeksplorasi dan memilih satu dari dua fokus tema utama, yaitu:
Pertama, Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology) yang berfokus pada Ekonomi Sirkular.
Tema ini mendorong peserta untuk mengeksplorasi peran pendekatan STEM dalam menjaga dan memulihkan lingkungan melalui pengurangan limbah. Penggunaan ulang, daur ulang, dan regenerasi sumber daya.
Termasuk mengajak peserta untuk mencari solusi teknologi yang dapat mengurangi dampak pencemaran, mendukung proses bahan organik seperti makanan atau agricultural.
BACA JUGA: Super App BRImo Jadi Andalan, Digunakan oleh 40,28 Juta User
BACA JUGA: 2 Proyek RSUD Digarap HK di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, Disini Lokasinya
Lalu tema kedua, Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Social Change through Sport Tech), merupakan tema baru tahun ini.
Tema yang mendorong generasi muda untuk menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi untuk menjadikan olahraga sebagai bagian pendidikan dan gaya hidup semua orang.
Termasuk inklusivitas bagi perempuan dan penyandang disabilitas.
Tema ini bertujuan untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam akses olahraga dengan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan kesempatan yang lebih inklusif.
BACA JUGA: Direktur FIFGROUP Terima Award Top Financial Woman Leaders 2025, Selamat Ya!
BACA JUGA: Kemhan RI Buka Kembali Lorong Sejarah, Bangkitkan Kekaguman Pengunjung
Data WHO 1 menunjukkan bahwa lebih dari 1 miliar orang di dunia hidup dengan disabilitas. Dan sekitar 1 dari 3 perempuan merasa terhalang untuk berpartisipasi dalam olahraga karena keterbatasan fasilitas dan budaya.
Kedua tema ini juga sejalan dengan prioritas pemerintah 2 dalam mengembangkan kecerdasan buatan
(AI) untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor.









