Dari jumlah 85 juta ini:
- 52% adalah anak perempuan.
- 17% (yaitu 15 juta) adalah pengungsi atau pengungsi internal.
- Lebih dari 20% di antaranya adalah anak-anak penyandang disabilitas.
Di 5 negara yang mengalami krisis berkepanjangan – Sudan, Afganistan, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, dan Pakistan – hampir separuh jumlah anak tidak bersekolah.
Hampir sepertiga dari anak usia sekolah dasar yang terdampak krisis juga tidak sekolah (52% di antaranya adalah anak perempuan).
BACA JUGA: Menkomdigi Rombak Jajaran, Rotasi 80 Persen Pimpinan Tinggi Pratama Kemkomdigi
BACA JUGA: Investor di Ibu Kota Nusantara Terus Membangun Sesuai Kesepakatan Jadwal
Akses ke pendidikan menengah juga sama buruknya: 36% anak usia sekolah menengah pertama dan 47% anak usia sekolah menengah atas tidak memperoleh pendidikan.
Sekalipun bila mereka bersekolah, banyak anak tertinggal karena terdampak krisis.
Hanya 17% anak usia sekolah dasar yang terdampak krisis yang memiliki kemampuan membaca minimal pada akhir sekolah dasar.
Khususnya, anak perempuan di sekolah dasar selalu mengungguli anak laki-laki, sebanyak 52% dari kelompok ini.
BACA JUGA: Peluang Pembiayaan Mobil Tahun 2025, SEVA Terus Optimalkan Layanan Jawab Kebutuhan Masyarakat
BACA JUGA: MANTAP! IWAPI DPP Pariwisata Rayakan Hari Gizi Nasional dengan Misi Sosial di Eksotika Baduy
