Benang ombre, yaitu benang yang dirajut 8 helai dengan beragam warna, menjadi produk andalan SIBA Rajut.
“Pertama kali kami rajut asoy.
BACA JUGA: Bukit Asam Gelar Pemilihan Duta Lingkungan Hidup Muara Enim 2024, Ini Pemenangnya
BACA JUGA: Transformasi BUMN, PT Bukit Asam Hadirkan Energi Tanpa Henti untuk Negeri
Tapi pemasarannya masih kurang.
Lalu kita ke benang, banyak peminatnya,” ujar Villy.
Kerajinan rajut yang dibuat, di antaranya dompet kecil, tas, sajadah, tempat tisu, peci, taplak meja, dan sebagainya.
Hasil karya SIBA Rajut dijual secara langsung maupun online.
BACA JUGA: Konsisten Berdayakan Masyarakat, Bukit Asam Raih 2 Award Bina Mitra UMKM
BACA JUGA: Bukit Asam Raih Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) 2024
Kerja sama dilakukan dengan marketplace PaDi UMKM.
SIBA Rajut pun kerap diikutsertakan oleh PTBA dalam pameran baik di tingkat lokal maupun nasional.
“Kita jual online dari Facebook, Instagram, juga sebagai suvenir.
Kadang kita diajak pameran oleh PTBA.
