Sulap Limbah Jadi Sirkuit: PLN Maluku Pasok 300 Ton FABA untuk Lintasan Balap Tidore

PLN Maluku Manfaatkan FABA untuk Penataan Sirkuit Selawaring Tidore

AMBON, TUJUANSATU.COM – Siapa sangka material sisa pembakaran bisa disulap menjadi infrastruktur olahraga berkelas?

Langkah inovatif inilah yang sukses dilakukan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Maluku.

Berkomitmen menghadirkan solusi ramah lingkungan, PLN resmi merealisasikan pemanfaatan 300 ton Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tidore untuk menata Area Sirkuit Selawaring, Kota Tidore Kepulauan, Jumat 31 Juli 2026.

Bukan sekadar penataan biasa, ratusan ton FABA ini diolah menjadi material timbunan struktural untuk memperkuat kontur lintasan balap.

BACA JUGA : PLN Icon Plus Perkuat Peran Hadirkan Inklusivitas Digital hingga Pelosok Nusantara

Langkah taktis ini langsung berdampak besar pada kesiapan Sirkuit Selawaring yang akan menjadi venue utama ajang bergengsi Wali Kota Tidore Cup Race 2026.

Implementasi Nyata Ekonomi Sirkular

Program keren ini lahir dari kolaborasi solid antara PLN UPK Maluku dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Sinergi ini membuktikan bahwa proyek infrastruktur publik bisa dibangun secara berkelanjutan tanpa merusak kantong maupun lingkungan.

BACA JUGA : PLN Tanam Mangrove di Desa Sungsang IV Banyuasin untuk Perkuat Pelestarian Lingkungan dan Ekosistem Rawa

Pemanfaatan FABA ini merupakan bukti nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular.

Material abu batu bara yang kini telah dikategorikan sebagai limbah non-B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) tidak lagi dibuang percuma.

Melainkan didaur ulang demi memberikan nilai tambah (added value) sosial, lingkungan, dan ekonomi bagi warga lokal.

General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan masa kini wajib berbasis kolaborasi multipihak.

BACA JUGA : Hindari Sanksi Denda Pemutusan, Ini Tips dari PLN ULP Prabumulih  

Sinergi antara PLN dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui kolaborasi.

“Pemanfaatan FABA menjadi salah satu langkah nyata PLN dalam mendukung ekonomi sirkular sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rita.

Langkah Sistematis dari Survei hingga Eksekusi

Realisasi penyaluran 300 ton material ini tidak terjadi dalam semalam.

BACA JUGA : Sinergi PLN – Himbara Bakal Permudah Masyarakat Miliki Motor Listrik

Proyek penataan sirkuit ini merupakan hasil dari koordinasi panjang yang terencana, mulai dari proses audiensi resmi, survei kelayakan lapangan.

Hingga penyusunan teknis rencana timbunan agar lintasan balap aman digunakan para pembalap nanti.

Manager PLN UPK Maluku, Maknun Amin, mengungkapkan rasa bangganya atas keterlibatan aktif PLN dalam memajukan dunia otomotif lokal melalui pemanfaatan limbah pembangkit.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa FABA dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung infrastruktur daerah sekaligus menyukseskan gelaran Wali Kota Tidore Cup Race 2026.

BACA JUGA : Rayakan Sukacita Ramadan, S2P Berbagi 17.399 Paket Sembako dan 29 Ton Beras untuk Warga Sekitar PLTU Cilacap

“Kami bangga dapat berkontribusi dalam penataan Area Sirkuit Selawaring melalui pemanfaatan 300 ton FABA dari PLTU Tidore,” tutur Makmun.

Target Berikutnya: 5.000 Ton FABA untuk Fasilitas Publik

Aksi hijau PLN di Tidore tidak berhenti sampai di sirkuit balap saja.

Ke depan, PLN UPK Maluku sudah tancap gas menyusun rencana jangka panjang.

BACA JUGA : World Superbike 2023 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika Lombok

Sekitar 5.000 ton FABA ditargetkan akan terus disalurkan secara bertahap untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas publik di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Langkah masif ini diharapkan tidak hanya mendongkrak performa pengelolaan lingkungan internal perusahaan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi hijau berkelanjutan di Maluku Utara.

Dari sisa pembakaran energi, PLN sukses mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang infrastruktur yang tangguh.