JAKARTA, TUJUANSATU.COM – Surplus perdagangan terjaga pada level yang tinggi.
Hal ini terlihat dari ekspor Indonesia yang tumbuh sebesar 14,05% yoy, pada bulan Februari 2025
Demikian terungkap dalam Daily Economic and Market Review di laman Website Bank Mandiri, 18 Maret 2025.
Dalam laman tersebut, dipaparkan bahwa kenaikan ekspor tersebut terutama didukung oleh permintaan crude palm oil (CPO) yang meningkat menjelang Ramadan.
BACA JUGA: Mengenal Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas
BACA JUGA: Produk Indonesia Warnai Pameran Furniture Terbesar di Vietnam
Sehingga mendorong kenaikan ekspor non-migas sebesar 15,40% yoy (2,29% mom).
Impor naik sebesar 2,30% yoy pada Februari 2025.
Secara bulanan, impor tumbuh sebesar 5,18% mom, terutama di tengah kenaikan impor bahan baku yang juga untuk mendukung ekspor.
Surplus perdagangan yang lebih tinggi dari perkiraan menopang ketahanan eksternal Indonesia.
BACA JUGA: Apparel Indonesia Sasar Pehobi Olahraga Outdoor di Kamboja
BACA JUGA: Vantage Bergabung sebagai Sponsor Titanium di Money Expo Mexico 2025
Surplus perdagangan tersebut didukung oleh kelebihan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (USD1,57 miliar), India (USD1,27 miliar), dan Filipina (USD0,75 miliar).
Sementara defisit dengan Tiongkok sedikit membaik dari USD1,78 miliar menjadi USD1,76 miliar.












