CIC menawarkan rangkaian layanan lengkap bagi para pelaku usaha, mulai dari penciptaan konsep hingga peluncuran produk.
Layanan tersebut dibuat untuk mempercepat pertumbuhan bisnis dengan menerapkan 5 langkah komprehensif, seperti:
1. Penemuan Wawasan (Insight Discovery): Melakukan riset mendalam untuk memahami dinamika pasar dan kebutuhan konsumen.
2. Pendalaman Kategori (Category Immersion): Mengidentifikasi peluang pasar dan tren global untuk merancang strategi bisnis yang relevan dan terarah.
BACA JUGA:Kuliner dan Budaya Indonesia Pikat Ratusan Warga Ottawa Kanada
BACA JUGA:Alterno Raih Pendanaan Seri A untuk Memperluas Skala Teknologi Panas Berkelanjutan
3. Ajang Inovasi (Innovation Showcase): Menampilkan solusi inspiratif dari seluruh dunia untuk memicu kreativitas dan kemungkinan pengembangan produk baru.
4. Ruang Ko-Kreasi (Co-Creation Space): Menyediakan lingkungan kolaboratif untuk menghasilkan dan menyempurnakan ide-ide inovatif.
5. Pembuatan Prototipe (Prototyping): Mengembangkan prototipe nyata secara cepat untuk pengujian, mendapatkan respon balik, dan penyempurnaan sebelum diluncurkan ke pasar.
Vice President Marketing, Market Operations Tetra Pak Julia Luscher menuturkan, preferensi konsumen pada industri makanan dan minuman berubah dengan cepat, sementara sistem pangan global terus menghadapi ketidakpastian.
BACA JUGA:BSI Raih Sertifikasi Internasional ISO 22301:2019, Siap Go Global
BACA JUGA:Panasonic Indonesia Jadi Basis Ekspor ke 80 Negara
Menurut Julia, membangun ketahanan pangan jangka panjang belum pernah sepenting ini.
“Seiring dengan adanya perubahan prioritas, kebutuhan akan pendekatan produksi pangan yang berkelanjutan dan inovatif juga meningkat,” tuturnya.
